Senin, 25 November 2013

Semu Semata

Akankah hadirmu ini untukku?
Mengingat kau yang tak lagi ada
menghibur dan mengusap airmata
Tak lagi senyum itu untukku CINTA

Bukan hanya sayangmu yang aku mau
Dirimulah yang aku mau
Hadir, peluk dan genggaman itu
selalu kuharap penuh rindu

Akhir?
Akankah berakhir ini semua?
Hidupku tak lagi ada dalam benakmu sayang
Disinilah aku berdiri sebagai cerita fatamorgana
Hanya bayangan
Tak pernah menjadi nyata !

peluk aku Tuhan

Dari sudut sini ku meratapi cerita
kebahagiaan tersulut nyata
tanpaku semua nampak indah
tersenyum menatap semu

Hadirku hanya angin lalu
Tersimpul ceria tanpaku
Membungkam bibir semu
Terkatup tak terkira menahan piluku

Siapakah kini aku tanpanya?
Tak mampu lagi kaki berpijak
Yang ku bisa hanya mencoba
menggurat garis tipis ditepi bicara

Tuhan, hilangkan saja aku!
Menatapnya tanpaku ku tak mampu
Kapankah disini ku tak semu?
Hanya bayangan berkelebat sajalah aku

Sudahi saja sandiwara ini Tuhan!
Sudahi saja kesedihanku ini Tuhan!
lelahku, sedihku kucurahkan padamu Tuhan
Peluklah aku Tuhan
sekarang...
dan selamanya ....
Pelitaku (Hari Guru Nasional)

yang kutau dunia hanyalah gelap
yang kutau dunia hanyalah abu2 semata
apalah arti sebuah kata tanpa mampunya kami untuk membaca
apalah arti sebuah ucapan tanpa mampu kami goreskan tinta2 ini melangkah

jika kau tak hadir kosong sajalah dunia kam
itanpa bisa kami mengartikan sebuah cerita indah
tanpa mampu kami menuntun jemari mungil kamu menciptakan karya
hanya diam dalam kesunyian ketidak tahuan kami

para pejuang pendidikan
hadir dan ilmumulah yg membuat kami dapat berdiri disini
memberikan beribu rasa terima kasih kami 
walau hanya lewat lantunan sederhana ini

tak terkira balasan apa yg mampu kami beri
kesabaranmu tak terbayarkan
keluhmu tak mampu kami gantikan
peluhmu menjadi saksi bisu kemuliaan yg tulus tercurahkan
harus bagaimanalah kami ini mengobarkan pelita bangsa ini

para pejuang pendidikan kaulah guru kami
mengajarkan semua tntang dunia dan kehidupannya
membuat kami tau bagaimana terjadinya hujan
membuat kami tau arti dari sebuah kasih sayang
membuat kami tau arti dari sebuah perjuangan dan kesabaran

terima kasih pembimbingku
kini gelap kami tlah menjadi terang
kini dunia kami tlah mnyebar warna
kini kami semua mampu dan bisa membaca
 kini kami mampu dan bisa melenggangkan jemari kami untuk berkarya

wahai para pejuang pendidikan
dihari guru nasional ini cemerlanglah namamu
dengan jasa yang tlah kau berikan ini kami akan memperbaiki kebobrokan bangsa ini
membuat bangsa ini memili arti bagi rakyatnya ini

sekali lagi hanya ucapan terima kasih yg mampu kami beri
dari siswa untuk pelita kami, guru :) 

Senin, 18 November 2013

Kamu

aku diam saat melihatmu
wajah tampan yang teerpancar
mengalihkan semua yang ada
semua hilang dibalik senyummu
walau tak harus kumiliki
tapi aku bahagia hanya menatapmu dan melihatmu tertawa

saat aku bernyanyi mengalunkan nada indah
hanya dirimu yang ada dibenakku saat itu
mengagumimu adalah anugrah terindah
walau kau hanya menoleh sepintas
dengan seutas senyum manis diwajahmu

burungpun tau apa yang aku rasa
apakah kau tak melihatku?
yang berdiri sambil menyebut namamu kasih?
aku berharap kau mengerti itu

Kasih Kosong

Berlutut ditengah kesunyian
menatap kelebat bayangan
butiran mutiara kecil tak sanggup ku cegah
melihat sorotan matamu bersama yang lain

menggapaimu memang bagaikan meraih kejora diantara ribuan bintang
berlarian diatas tumpukan jerami
tiada bisa kucari lubang dan celah hatimu
yang memang telah tertutup oleh kabut

kubuat secarik puisi penuh arti
ditemani gitar tua yang mengalun merdu
agar sampai otakku menghidupkan kembali bayangmu yang dulu sempat mati

dunia kedua ingin kujaba
lupakan senyummu dalam satu kedipan
walau tak mau raga ini pergi
biarkan dirimu tetap ada
duduk diantara panjatan do'aku
meski kasihmu hadir.....bukan untuk kumiliki.

untuk dia yang tersayang

mengingat bayangmu yang nian jauh
hatiku nyaris terbelah
perih melonglong
sengit rinduku
burung kutitip nyanyian rindu
angin membawa secercah rindu
mulutku mengeluarkan segelintir kata rindu
bayangmu menghantui hati kecilku
hari-hariku terbawa pilu
hari indahku tersapu sedih
apakah kau bahagia melihat kini ku melara?
dulu kau mengucap sebutir kata penuh kasih
sebuah kata-kata cantik
tapi kini semua itu hilang
bak matahari terhapus senja
cintamu jangan kau jadi seperti fatamorgana
yang semakin kukejar cintamu
semakin jauh pula cintamu pergi

tapi pergilah sayangku
jika itu membuatmu bahagia
biarkan aku disini menangis
asal menangis karna cintamu

new family

Awalnya tak pernah aku mngenal wajah lugu itu
yang aku tau aku mendapat sesuatu yg baru
iya, keluarga baru yang akan menemaniku 1 tahun kedepan
jika ada kesempatan aku bertemu Tuhan
aku ingin mengucap syukur padanya
karnaNya aku mendapat sahabat” yg sangat berharga bagiku
mungkin memang sesaat
1 tahun tak lebih dari beberapa minggu
sesingkat itukah Tuhan?
Disaat aku mulai merasa senang bersama mereka
kenapa waktu itu kau percepat Tuhan
apa yang bisa menyampaikan protesku terhadap waktu?
Untuk sesaat izinkan aku mengatakan pada mreka Tuhan
“aku sangat menyayangi kalian”
“beribu maaf dari berjuta khilaf”
“kusampaikan terima kasihku pada kalian”
Kebersamaan ini terasa sekejap mata
aku masih ingin merasakan kbersamaan ini Tuhan
aku ingin Canda, Tawa,Riang,Gembira,Susah,Sedih itu tetap menemani hariku
Tapi ini hanya yg ku pinta
kini kita masing” memang hrus melangkah
tetap berjuang dalam meraih cita”
Tapi Tuhan
aku mohon tetap jaga mereka dalam pelukmu
di setiap sujudku tak pernah luput dari nama itu
iya, X-threem
setiap linang air mata dalam sujud dan do’aku
tak pernah aku lupa nama itu
Biarkan mereka bahagia
adapaun air mata, biarlah itu air mata bahagia
jangan biarkan perpisahan ini menjadi akhir dari segala
Tuhanjngan kau biarkan tali persaudaraan ini terputusbiarkan tetap terjalin
karna kita 1, 1 dalam “X-threem Smansa”
Don’t forget me friendskita teman dan kita keluarga

Miss you friend

saat kini kubuka lembaran baru
selarik kertas itu masih ada dan baru
masih terbingkai apik tak berdebu
teringat saat indah itu
canda, tawa, tangis, haru menjadi satu
kebersamaan waktu itu
mengingatkanku akan indahnya duniaku
iya, saat itu
saat kita masih dalam "satu"
dan aku masih ingat suara itu
bernyanyi..
menangis...
tertawa..
marah..
dan siapa sangka itu akan berlalu



takdir,
takdir yang membuat kita menjadi "sepuluh"
tak lagi ada "satu", yang ada hanya "sepuluh"
sudah lama memang
tapi aku disini termenung rindu dalam sepi
mungkin tak ada yang tau
disetiap sujudku tak pernah lepas dari nama itu
nama itu dan lembaran itu
kusimpan diantara berkecamuknya duniaku :')